Minggu, 28 Juni 2015

[050] Qaaf Ayat 013

««•»»
Surah Qaaf 13

وَعادٌ وَفِرعَونُ وَإِخوانُ لوطٍ
««•»»
wa'aadun wafir'awnu wa-ikhwaanu luuthin
««•»»
Dan kaum Aad, kaum Fir'aun dan kaum Luth,
««•»»
and ʿĀd, Pharaoh, and the brethren of Lot,
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan kaum Ad) kaum Nabi Hud (kaum Firaun dan kaum Luth.)
««•»»
and ‘Ād, the people of Hūd, and Pharaoh, the brethren of Lot,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 12][AYAT 14]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=50&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#50:13

[050] Qaaf Ayat 012

««•»»
Surah Qaaf 12

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَابُ الرَّسِّ وَثَمُودُ
««•»»
kadzdzabat qablahum qawmu nuuhin wa-ash-haabu alrrassi watsamuudu
««•»»
Sebelum mereka telah mendustakan (pula) kaum Nuh dan penduduk Rass {1414} dan Tsamud,
{1414} Yang dimaksud dengan yang menyertai Dia di sini ialah syaitan yang menyesatkan di dunia ini.
««•»»
The people of Noah denied before them, and [so did] the inhabitants of Rass[1] and Thamūd,
[1] See 25:38
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sebelum mereka telah mendustakan pula kaum Nuh) di-ta`nits-kannya dhamir yang ada pada lafal Kadzdzabat karena memandang makna yang terkandung dalam lafal Qaumun (dan penduduk Rass) Rass adalah nama sebuah sumur yang di sekitarnya tinggal suatu kaum berikut ternak mereka; mereka menyembah berhala, menurut suatu pendapat nabi mereka bernama Hanzhalah bin Shafwan; menurut pendapat lainnya bukanlah dia, (dan Tsamud) yaitu kaum Nabi Shaleh.
««•»»
The people of Noah denied before them (kadhdhabat has a feminine person inflection because of the [feminine gender of the] import of qawm, ‘people’) and [so did] the dwellers at al-Rass — this was the name of a well around which they dwelt together with their livestock; they worshipped idols, and it is said that their prophet was one Hanzala b. Safwān; but some say that he was some other [person] — and Thamūd, the people of Sālih,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=50&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#50:12

Jumat, 29 Mei 2015

[050] Qaaf Ayat 011

««•»»
Surah Qaaf 11

رِزقًا لِلعِبادِ ۖ وَأَحيَينا بِهِ بَلدَةً مَيتًا ۚ كَذٰلِكَ الخُروجُ
««•»» 
rizqan lil'ibaadi wa-ahyaynaa bihi baldatan maytan kadzaalika alkhuruuju
««•»»
Untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.
««•»»
as a provision for servants; and with it We revive a dead country. Likewise will be the rising [from the dead].
««•»»

Dan Allah menumbuhkan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun sebagai rezeki bagi hamba-hamba Nya.

Dalam ayat ini, Allah SWT tidak menyebutkan bahwa rezeki itu bagi hamba-hamba Nya yang suka mengingat Allah seperti diuraikan Nya pada ayat ke delapan sebab rezeki itu lebih umum. Seorang yang kembali mengingat Allah memakan rezeki itu sambil mensyukuri nikmat Allah, sedangkan yang lain memakannya seperti binatang saja, tidak ingat kepada Pemberi nikmat itu. Dan Allah menghidupkan bumi yang kering dan tandus itu setelah turun hujan dengan berbagai tanaman yang beraneka warna. Dan seperti itu pula terjadinya kebangkitan pada Hari Kiamat nanti. Setiap petani yang selalu mengolah ladang dan sawahnya harus selalu ingat dan bersiap-siap untuk menghadapi hari kebangkitan itu dengan ketakwaan dan amal kebaikan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba) Kami; lafal Rizqan menjadi Maf`ul Lah (dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati) lafal Maytan dapat digunakan untuk Mudzakkar dan Muannats. (Seperti itulah) dengan cara itulah (terjadinya kebangkitan) dari kubur, maka mengapa kalian mengingkarinya? Istifham atau kata tanya mengandung makna Taqrir, makna yang dimaksud adalah bahwa mereka melihat dan mengetahui hal tersebut.
««•»»
as provision for [Our] servants (rizqan li’l-‘ibādi, is a direct object denoting reason); and with it We revive a dead land (baldatan may be followed equally by the masculine [maytan] or the feminine [adjective, maytatan]). So, like that manner of reviving, shall be the rising, from the graves: so how can you deny it? (the interrogative is meant as an affirmative; the meaning then is that they have indeed observed [all of these things] and are aware of what has been mentioned [yet they disbelieve]).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 10][AYAT 12]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=50&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#50:11

[050] Qaaf Ayat 010

««•»»
Surah Qaaf 10

وَالنَّخلَ باسِقاتٍ لَها طَلعٌ نَضيدٌ
««•»» 
waalnnakhla baasiqaatin lahaa thal'un nadhiidun
««•»»
Dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun- susun,
««•»»
and tall date palms with regularly set spathes,
««•»»

Dan Allah menumbuhkan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun sebagai rezeki bagi hamba-hamba Nya.

Dalam ayat ini, Allah SWT tidak menyebutkan bahwa rezeki itu bagi hamba-hamba Nya yang suka mengingat Allah seperti diuraikan Nya pada ayat ke delapan sebab rezeki itu lebih umum. Seorang yang kembali mengingat Allah memakan rezeki itu sambil mensyukuri nikmat Allah, sedangkan yang lain memakannya seperti binatang saja, tidak ingat kepada Pemberi nikmat itu. Dan Allah menghidupkan bumi yang kering dan tandus itu setelah turun hujan dengan berbagai tanaman yang beraneka warna. Dan seperti itu pula terjadinya kebangkitan pada Hari Kiamat nanti. Setiap petani yang selalu mengolah ladang dan sawahnya harus selalu ingat dan bersiap-siap untuk menghadapi hari kebangkitan itu dengan ketakwaan dan amal kebaikan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan pohon-pohon kurma yang tinggi-tinggi) lafal Baasiqaatin ini berkedudukan menjadi Hal bagi lafal yang diperkirakan keberadaannya (yang mempunyai mayang yang bersusun-susun) yaitu sebagian di antaranya bertumpuk di atas sebagian yang lain.
««•»»
and the date-palms that stand tall (bāsiqātin, is an implied [future] circumstantial qualifier) with piled spathes, one [cluster of dates] sitting on top of the other,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=50&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#50:10

Sabtu, 25 April 2015

[050] Qaaf Ayat 009


««•»»
Surah Qaaf 9

وَنَزَّلنا مِنَ السَّماءِ ماءً مُبارَكًا فَأَنبَتنا بِهِ جَنّاتٍ وَحَبَّ الحَصيدِ
««•»» 
wanazzalnaa mina alssamaa-i maa-an mubaarakan fa-anbatnaa bihi jannaatin wahabba alhashiidi
««•»»
Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam,
««•»»
And We send down from the sky salubrious water, with which We grow gardens and the grain which is harvested,
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkatan) berkah dan manfaatnya (lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon) maksudnya kebun-kebun (dan biji-biji tanaman) yakni ladang-ladang (yang diketam) yang dipanen.
««•»»
And We send down from the heaven blessed water, containing much blessing, with which We cause to grow gardens, orchards, and the grain that is harvested,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=50&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#50:9

[050] Qaaf Ayat 008

««•»»
Surah Qaaf 8

تَبصِرَةً وَذِكرىٰ لِكُلِّ عَبدٍ مُنيبٍ
««•»» 
tabshiratan wadzikraa likulli 'abdin muniibin
««•»»
Untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah).
««•»»
[In this there is] an insight and admonition for every penitent servant.
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Untuk menjadi pelajaran) menjadi maf`ul lah, yakni, Kami lakukan hal tersebut sebagai pemberian pelajaran dari Kami (dan peringatan) untuk dijadikan sebagai peringatan (bagi tiap-tiap hamba yang kembali) untuk taat kepada Kami.
««•»»
as an insight (tabsiratan is a direct object denoting reason, that is to say, We did this to give an insight from Us) and a reminder for every penitent servant, who returns to obedience of Us.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=50&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#50:8

[050] Qaaf Ayat 007

««•»»
Surah Qaaf 7

وَالأَرضَ مَدَدناها وَأَلقَينا فيها رَواسِيَ وَأَنبَتنا فيها مِن كُلِّ زَوجٍ بَهيجٍ
««•»»waal-ardha madadnaahaa wa-alqaynaa fiihaa rawaasiya wa-anbatnaa fiihaa min kulli zawjin bahiijin
««•»»
Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata,
««•»»
And We spread out the earth, and cast in it firm mountains, and caused every delightful kind to grow in it.
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan bumi itu) di`athafkan kepada kedudukan lafal As-samaa` yakni, dan bumi itu bagaimana (Kami hamparkan) Kami jadikan terhampar menurut pandangan mata di atas permukaan air (dan Kami letakkan padanya gunung-gunung) yang memantapkannya (dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman) segala jenis tumbuh-tumbuhan (yang indah) yang tampak sangat indah dipandang mata karena keindahannya.
««•»»
And the earth (wa’l-arda, is a supplement to the position of the words ilā l-samā’i, ‘at the heaven’), how, We have spread it out, [how] We have rolled it across the face of the water, and cast in it firm mountains, to fix it in place, and caused every delightful kind, [every delightful] specimen, causing delight by its [very] beauty, to grow in it,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=50&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#50:7