Sabtu, 25 April 2015

[050] Qaaf Ayat 009


««•»»
Surah Qaaf 9

وَنَزَّلنا مِنَ السَّماءِ ماءً مُبارَكًا فَأَنبَتنا بِهِ جَنّاتٍ وَحَبَّ الحَصيدِ
««•»» 
wanazzalnaa mina alssamaa-i maa-an mubaarakan fa-anbatnaa bihi jannaatin wahabba alhashiidi
««•»»
Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam,
««•»»
And We send down from the sky salubrious water, with which We grow gardens and the grain which is harvested,
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkatan) berkah dan manfaatnya (lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon) maksudnya kebun-kebun (dan biji-biji tanaman) yakni ladang-ladang (yang diketam) yang dipanen.
««•»»
And We send down from the heaven blessed water, containing much blessing, with which We cause to grow gardens, orchards, and the grain that is harvested,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=50&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#50:9

[050] Qaaf Ayat 008

««•»»
Surah Qaaf 8

تَبصِرَةً وَذِكرىٰ لِكُلِّ عَبدٍ مُنيبٍ
««•»» 
tabshiratan wadzikraa likulli 'abdin muniibin
««•»»
Untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah).
««•»»
[In this there is] an insight and admonition for every penitent servant.
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Untuk menjadi pelajaran) menjadi maf`ul lah, yakni, Kami lakukan hal tersebut sebagai pemberian pelajaran dari Kami (dan peringatan) untuk dijadikan sebagai peringatan (bagi tiap-tiap hamba yang kembali) untuk taat kepada Kami.
««•»»
as an insight (tabsiratan is a direct object denoting reason, that is to say, We did this to give an insight from Us) and a reminder for every penitent servant, who returns to obedience of Us.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=50&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#50:8

[050] Qaaf Ayat 007

««•»»
Surah Qaaf 7

وَالأَرضَ مَدَدناها وَأَلقَينا فيها رَواسِيَ وَأَنبَتنا فيها مِن كُلِّ زَوجٍ بَهيجٍ
««•»»waal-ardha madadnaahaa wa-alqaynaa fiihaa rawaasiya wa-anbatnaa fiihaa min kulli zawjin bahiijin
««•»»
Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata,
««•»»
And We spread out the earth, and cast in it firm mountains, and caused every delightful kind to grow in it.
««•»»

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan bumi itu) di`athafkan kepada kedudukan lafal As-samaa` yakni, dan bumi itu bagaimana (Kami hamparkan) Kami jadikan terhampar menurut pandangan mata di atas permukaan air (dan Kami letakkan padanya gunung-gunung) yang memantapkannya (dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman) segala jenis tumbuh-tumbuhan (yang indah) yang tampak sangat indah dipandang mata karena keindahannya.
««•»»
And the earth (wa’l-arda, is a supplement to the position of the words ilā l-samā’i, ‘at the heaven’), how, We have spread it out, [how] We have rolled it across the face of the water, and cast in it firm mountains, to fix it in place, and caused every delightful kind, [every delightful] specimen, causing delight by its [very] beauty, to grow in it,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=50&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#50:7

[050] Qaaf Ayat 006

««•»»
Surah Qaaf 6

أَفَلَمْ يَنْظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوجٍ
««•»»
afalam yanzhuruu ilaa alssamaa-i fawqahum kayfa banaynaahaa wazayyannaahaa wamaa lahaa min furuujin
««•»»
aka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?
««•»»
Have they not then observed the sky above them, how We have built it and adorned it, and that there are no cracks in it?
««•»»

Dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan supaya mereka memandang ke langit yang ada di atas mereka untuk dijadikan bahan pemikiran, bagaimana Allah telah meninggikan langit itu tanpa tiang-tiang dan menghiasinya dengan berbagai-bagai bintang yang gemerlapan, sedangkan langit itu tidak retak sedikit pun.

Dari segi ilmu pengetahuan, menurut penemuan yang terakhir dinyatakan bahwa langit itu merupakan benda kolosal yang homogen yang tidak dilapisi dengan benda-benda yang retak dan kosong, akan tetapi padat diisi dengan sejenis benda halus yang bernama ether (al asir) dan benda yang halus ini diketahui karena menjadi tempat lalu lintasnya nur atau cahaya.

Di antara bintang-bintang itu, ada yang jauhnya dari bumi dengan jarak kecepatan cahaya dalam masa lebih dari sejuta setengah tahun, sedangkan matahari kita sendiri jauhnya dari bumi hanya dengan jarak kecepatan cahaya selama delapan menit dan delapan belas sekon.

Silakan membayangkan betapa jauhnya sebagian bintang yang ada di cakrawala itu. Cahaya yang disinarkan oleh bintang itu ke bumi melalui ether itu dan seandainya benda halus itu tidak ada, tentu cahayanya akan terputus. Oleh karena itu, dalam ayat ini dinyatakan bahwa langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka apakah mereka tidak melihat) dengan mata mereka. Padahal mata itu, dipasang untuk mengambil pelajaran dari apa yang dilihatnya, yaitu sewaktu mereka ingkar kepada adanya hari berbangkit (akan langit) yang ada (di atas mereka bagaimana Kami telah membangunnya) tanpa tiang penyangga (dan Kami hiasi dia) dengan bintang-bintang (dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun?) yakni tidak ada celah-celah yang membuatnya cacat.
««•»»
Have they not then looked, with their own eyes, at the heaven, being, above them, in order to take heed by their own minds [of the consequences for them] when they deny the Resurrection, how We have built it, without supports, and adorned it, with planets, and how there are no cracks in it?, no fissures blemishing it.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=50&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#50:6

[050] Qaaf Ayat 005

««•»»
Surah Qaaf 5

بَلْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ فَهُمْ فِي أَمْرٍ مَرِيجٍ
««•»»
bal kadzdzabuu bialhaqqi lammaa jaa-ahum fahum fii amrin mariijin
««•»»
Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau.
««•»»
Rather they denied the truth when it came to them; so they are now in a perplexed state of affairs.
««•»»

Sesungguhnya mereka telah mendustakan dan mengingkari kerasulan Muhammad saw Rasul yang diperkuat dengan mukjizat. Bila mereka mendustakan pula berita-berita yang dibawa oleh Rasulullah saw hal itu lebih mengakibatkan kecelakaan karena telah memutuskan hubungan antara Allah dengan Rasul Nya yang paling terhormat dan dicintai sebagai Sayyidul Mursalin.

Karena itu, mereka terus-menerus berada dalam keadaan kacau balau. Mereka mengingkari kerasulan dari kalangan manusia dan mereka beranggapan bahwa yang patut jadi utusan Allah itu hanyalah mereka yang mempunyai kedudukan dan keturunan yang tinggi. Dan ucapan mereka itu,

disebut oleh Allah SWT dalam firman Nya:

لولا نزل هذا القرآن على رجل من القريتين عظيم
"Mengapa Alquran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Taif) ini?"
(QS. Al Zukhruf [43]:31)

Lebih celaka lagi karena mereka memandang Nabi itu sebagai seorang tukang sihir, dukun atau orang gila. Ucapan dan pandangan mereka itu menunjukkan bahwa mereka tidak tetap dalam pendirian, tidak tahu apa yang mereka ucapkan dan pikiran mereka selalu kacau-balau.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sebenarnya mereka telah mendustakan kebenaran) yakni Alquran (tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka) menanggapi tentang perihal Nabi saw. dan Alquran (berada dalam keadaan kacau-balau) yakni tidak menentu, terkadang mereka mengatakan, bahwa Nabi adalah penyihir dan Alquran adalah sihir, terkadang juga mengatakan bahwa dia adalah penyair dan Alquran adalah syairnya, terkadang mereka mengatakan bahwa dia adalah seorang peramal dan Alquran adalah ramalannya.
««•»»
Nay, but they denied the truth, the Qur’ān, when it came to them and so they, with regard to the Prophet (s) and the Qur’ān, are [now] in a confounded situation, a troubled [one]. [For] on one occasion they said [that he was], ‘A sorcerer!’ [cf. Q. 38:4] and [that his statements were] ‘[Nothing but manifest] sorcery!’ [cf. Q. 37:15], on another, ‘A poet!’ [cf. Q. 21:5] and ‘Poetry!’ [cf. Q. 36:69], and still on another, ‘A soothsayer!’ [cf. Q. 52:29] and [that his statements were nothing more than] soothsaying [cf. Q. 69:42].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=50&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#50:5

[050] Qaaf Ayat 004

««•»»
Surah Qaaf 4

قَدْ عَلِمْنَا مَا تَنْقُصُ الْأَرْضُ مِنْهُمْ وَعِنْدَنَا كِتَابٌ حَفِيظٌ
««•»»
qad 'alimnaa maa tanqushu al-ardhu minhum wa'indanaa kitaabun hafiizhun
««•»»
Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, dan pada sisi Kamipun ada kitab yang memelihara (mencatat).
««•»»
We know what the earth diminishes from them, [1] and with Us is a preserving Book.
 [1] That is, from their bodies when they disintegrate after death.
««•»»

Dalam ayat ini, Allah mengemukakan dalil atas kebangkitan dari kubur itu karena Allah SWT sungguh-sungguh mengetahui apa yang telah dimakan dan dihancurkan oleh bumi dari tubuh-tubuh mereka, ke mana dari bagian-bagian tubuh manusia itu berpindah atau bergeser dan kemudian jadi apa, sebab semua kejadian itu perinciannya ada di sisi Allah. tercatat dan terpelihara dalam kitab yang semuanya itu menggambarkan bahwa tidak sulit bagi Allah untuk menghidupkan mereka kembali pada Hari Kiamat, hari yang pasti akan datang.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi) apa yang telah dimakan olehnya (dari tubuh-tubuh mereka, dan pada sisi Kami ada kitab yang memelihara) yaitu Lohmahfuz, di dalamnya telah tertera segala sesuatu yang telah dipastikan ketentuannya.
««•»»
We know what the earth diminishes, consumes, of them, and with Us is a preserving Book, namely, the Preserved Tablet (al-lawh al-mahfūz), which contains everything that has been ordained [by God].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=50&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#50:4

[050] Qaaf Ayat 003

««•»»
Surah Qaaf 3

أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا ذَلِكَ رَجْعٌ بَعِيدٌ
««•»»
a-idzaa mitnaa wakunnaa turaaban dzaalika raj'un ba'iidun
««•»»
Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi) ?, itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin.
««•»»
What! When we are dead and have become dust [shall we be raised again]? That is a far-fetched return!’
««•»»

Setelah mereka memperlihatkan rasa terkejutnya tentang kerasulan Muhammad saw itu, mereka dengan penuh rasa keingkaran dan cemoohan berkata. "Apakah kami setelah mati dan setelah tulang belulang kami menjadi tanah dan berserakan di dalam bumi, akan kembali hidup lagi?" Mereka memandang bahwa bangkit dari kubur itu suatu hal yang mustahil, yang tidak mungkin terjadi dan sama sekali tidak masuk akal, karena mereka mengukur kekuasaan Allah sama dengan kekuasaan mereka.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Apakah bila) dapat dibaca Tahqiq, dapat pula dibaca Tas-hil (kami telah mati dan setelah menjadi tanah) kami akan kembali menjadi hidup? (itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin") yakni sangat jauh dari kemungkinan.
««•»»
What! (read a-idhā pronouncing both hamzas, or not pronouncing the second, but inserting an alif between the two in both cases) When we are dead and have become dust?, shall we return [to life]? That is a far-fetched return!’, [an event that is] extremely remote.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=50&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#50:3

[050] Qaaf Ayat 002

««•»»
Surah Qaaf 2

بَلْ عَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ فَقَالَ الْكَافِرُونَ هَذَا شَيْءٌ عَجِيبٌ
««•»»
bal 'ajibuu an jaa-ahum mundzirun minhum faqaala alkaafiruuna haadzaa syay-un 'ajiibun
««•»»
(Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir :"Ini adalah suatu yang amat ajaib".
««•»»
Rather they consider it odd that a warner should have come to them from among themselves. So the faithless say, ‘This is an odd thing.
««•»»

Mereka mengingkari kerasulan Nabi Muhammad, bahkan mereka itu bukan saja ragu-ragu dan mengingkari kerasulannya, malahan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang manusia yang memberi peringatan dari kalangan mereka sendiri. Mereka memandang sungguh aneh bahwa Allah mengutus seorang manusia seperti mereka sendiri, yang biasa makan minum dan berkeluarga, yang biasa tidur dan kadang-kadang kena penyakit.

Mereka membayangkan bahwa seorang utusan Allah itu mesti seorang malaikat,

seperti diterangkan dalam firman Allah:
أبشرا منا واحدا نتبعه
"Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita".
(QS. Al-Qamar [54]:24)

dan ayat yang lain seperti itu:
قالوا إن أنتم إلا بشرا مثلنا
Mereka berkata: "Kamu tidak lain hanya manusia seperti kami juga".
(QS. Ibrahim [14]:10)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka sendiri) yakni seorang rasul yang memperingatkan mereka tentang adanya azab neraka sesudah hari berbangkit, bila mereka tidak beriman (maka berkatalah orang-orang kafir, "Ini) tentang peringatan itu (adalah suatu hal yang amat ajaib.)
««•»»
Qāf: God knows best what He means bNay, but they consider it odd that there should have come to them a warner from among themselves, a messenger who is one of them, to threaten them with [the punishment of] the Fire after resurrection. So the disbelievers say, ‘This, warning, is an odd thing!
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 1][AYAT 3]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=50&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#50:2

[050] Qaaf Ayat 001

««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.

««•»»

Surah Qaaf 1

وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ
««•»»
qaaf waalqur-aani almajiidi
««•»»
Qaaf
{1412}. Demi Al Quran yang sangat mulia.
{1412} Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan sebagainya. diantara Ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang Termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian Para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, Maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.
««•»»
Qāf. By the glorious Qurʾān.
««•»»

Telah diungkapkan sebelum ini bahwa huruf-huruf abjad yang ada pada permulaan surah biasanya memperingatkan betapa pentingnya perkara yang disebut Kemudian, dan sering sekali yang disebut itu ialah sifat Alquran seperti yang disebutkan di sini.

Dalam ayat ini, Allah bersumpah dengan kitab Nya yang mengandung banyak berkat dan kebaikan (Alquran) yang sangat mulia, bahwa Nabi Muhammad saw itu benar-benar seorang utusan Allah yang memberi peringatan kepada kaumnya tentang adanya hari kebangkitan seperti pula tersebut dalam permulaan surah Yasiin yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad saw itu sungguh-sungguh adalah salah seorang dari Rasul-rasul yang diutus agar ia memberi peringatan kepada kaum yang belum pernah bapak-bapak mereka diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Qaaf) hanya Allah saja yang mengetahui arti dan maksudnya. (Demi Alquran yang sangat agung) artinya, yang sangat mulia, tiadalah orang-orang kafir Mekah beriman kepada Nabi Muhammad saw.
««•»»
Qāf: God knows best what He means by this [letter]. By the glorious Qur’ān, [by] the noble [Qur’ān], the disbelievers of Mecca have [certainly] not believed in Muhammad (s).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=50&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#50:1

[050] Qaaf 2of2

2of2
45 Verses • revealed at Meccan.
««•»»
»The surah that opens with the single discrete Arabic letter Qāf. It deals predominantly with the Resurrection and the Day of Judgement. Reference is made to previous generations of disbelievers (verse 12 ff.), both to warn the disbelievers in Mecca and to reassure the Prophet. Creation is cited as an indication of God’s ability to bring the dead to life again (verse 3 ff.), and emphasis is placed on the powerlessness of man on the Day of Resurrection (verse 30). The surah both opens and closes with mention of the Quran.«
««•»»
•[AYAT 001]•[AYAT 002]•[AYAT 003]•[AYAT 004]•[AYAT 005]•[AYAT 006]•[AYAT 007]•[AYAT 008]•[AYAT 009]•[AYAT 010]•[AYAT 011]•[AYAT 012]•[AYAT 013]•[AYAT 014]•[AYAT 015]•[AYAT 016]•[AYAT 017]•[AYAT 018]•[AYAT 019]•[AYAT 020]•[AYAT 021]•[AYAT 022]•[AYAT 023]•[AYAT 024]•[AYAT 025]•[AYAT 026]•[AYAT 027]•[AYAT 028]•[AYAT 029]•[AYAT 030]•[AYAT 031]•[AYAT 032]•[AYAT 033]•[AYAT 034]•[AYAT 035]•[AYAT 036]•[AYAT 037]•[AYAT 038]•[AYAT 039]•[AYAT 040]•[AYAT 041]•[AYAT 042]•[AYAT 043]•[AYAT 044]•[AYAT 045]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Sumber: Al-Quran (القرآن) — Online Quran Project — Translation and Tafsir
http://al-quran.info/#50


[050] Qaaf 1of2

1of2
45 Ayat • diturunkan di Mekah.
««•»»
Surah Qaaf (Arab: ق , "Qaaf") adalah surah ke-50 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat. Dinamakan Qaaf karena surah ini dimulai dengan huruf Qaaf. Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Nabi Muhammad senang membaca surah ini pada raka'at pertama salat subuh dan pada salat hari raya. Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi dan Ibnu Majah bahwa Nabi Muhammad membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Kotbah pada salat Jumat. Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surah Qaaf sering dibaca Nabi Muhammad di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa, dsb. Surah ini dinamai juga Al-Basiqat diambil dari perkataan Al-Basiqat yang terdapat pada ayat 10 surah ini.
««•»»

Pokok-Pokok Isi
  • Keimanan
  • Setiap manusia pada hari kiamat akan hadir di padang mahsyar diiringkan oleh dua orang malaikat, yang seorang sebagai pengiringnya, dan yang seorang lagi sebagai saksi atas segala perbuatannya di dunia
  • Kebangkitan manusia dari kubur digambarkan sebagai tanah yang kering, setelah disirami hujan hidup kembali
  • Allah lebih dekat kepada manusia dari urat lehernya sendiri
  • Tiap-tiap manusia didampingi oleh malaikat yang selalu mencatat segala perbuatannya
  • Allah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa.
  • Hukum-hukum
  • Anjuran bertasbih dan bertahmid kepada Allah pada waktu-waktu malam sebelum terbit dan terbenam matahari dan sesudah mengerjakan salat
  • Perintah Allah kepada Rasul-Nya agar memberi peringatan dengan ayat-ayat Al Quran kepada orang yang beriman
  • Anjuran memperhatikan kejadian langit dan bumi
  • Lain-lain
  • Keingkaran orang-orang musyrik terhadap kenabian dan hari berbangkit
  • Hiburan kepada Nabi Muhammad SAW agar jangan berputus asa dalam menghadapi keingkaran orang-orang kafir Mekkah, karena rasul-rasul dahulu juga menghadapi keingkaran kaumnya masing-masing
  • Al Quran adalah sebagai peringatan kepada orang-orang yang takut kepada ancaman Allah.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
 [KEMBALI][AYAT-AYAT]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Qaf
Mukaddimah terjemahan Al Qur'an versi Departemen Agama RI