««•»»بَلْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ فَهُمْ فِي أَمْرٍ مَرِيجٍ
««•»»
bal kadzdzabuu bialhaqqi lammaa jaa-ahum fahum fii amrin mariijin
««•»»
Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau.
««•»»
Rather they denied the truth when it came to them; so they are now in a perplexed state of affairs.
««•»»
Sesungguhnya mereka telah mendustakan dan mengingkari kerasulan Muhammad saw Rasul yang diperkuat dengan mukjizat. Bila mereka mendustakan pula berita-berita yang dibawa oleh Rasulullah saw hal itu lebih mengakibatkan kecelakaan karena telah memutuskan hubungan antara Allah dengan Rasul Nya yang paling terhormat dan dicintai sebagai Sayyidul Mursalin.
Karena itu, mereka terus-menerus berada dalam keadaan kacau balau. Mereka mengingkari kerasulan dari kalangan manusia dan mereka beranggapan bahwa yang patut jadi utusan Allah itu hanyalah mereka yang mempunyai kedudukan dan keturunan yang tinggi. Dan ucapan mereka itu,
disebut oleh Allah SWT dalam firman Nya:
لولا نزل هذا القرآن على رجل من القريتين عظيم
"Mengapa Alquran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Taif) ini?"
(QS. Al Zukhruf [43]:31)
Lebih celaka lagi karena mereka memandang Nabi itu sebagai seorang tukang sihir, dukun atau orang gila. Ucapan dan pandangan mereka itu menunjukkan bahwa mereka tidak tetap dalam pendirian, tidak tahu apa yang mereka ucapkan dan pikiran mereka selalu kacau-balau.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Sebenarnya mereka telah mendustakan kebenaran) yakni Alquran (tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka) menanggapi tentang perihal Nabi saw. dan Alquran (berada dalam keadaan kacau-balau) yakni tidak menentu, terkadang mereka mengatakan, bahwa Nabi adalah penyihir dan Alquran adalah sihir, terkadang juga mengatakan bahwa dia adalah penyair dan Alquran adalah syairnya, terkadang mereka mengatakan bahwa dia adalah seorang peramal dan Alquran adalah ramalannya.
««•»»
Nay, but they denied the truth, the Qur’ān, when it came to them and so they, with regard to the Prophet (s) and the Qur’ān, are [now] in a confounded situation, a troubled [one]. [For] on one occasion they said [that he was], ‘A sorcerer!’ [cf. Q. 38:4] and [that his statements were] ‘[Nothing but manifest] sorcery!’ [cf. Q. 37:15], on another, ‘A poet!’ [cf. Q. 21:5] and ‘Poetry!’ [cf. Q. 36:69], and still on another, ‘A soothsayer!’ [cf. Q. 52:29] and [that his statements were nothing more than] soothsaying [cf. Q. 69:42].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 4]•[AYAT 6]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of45
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=50&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#50:5

Tidak ada komentar:
Posting Komentar